Beranda BENER MERIAH 21 Orang Menderita Sakit Jiwa di Mesidah, Ada Juga Yang Dipasung

21 Orang Menderita Sakit Jiwa di Mesidah, Ada Juga Yang Dipasung

BERBAGI

REDELONG (LeuserAntara): Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia, Pukemasmas Mesidah bersama masyarakat,  laksanakan pengobatan gratis dan bergbagai kegitan sosial, yang dipusat di Kampung Cemparam Pakat Jeroh Kecamatan Mesidah Kecamatan kabupaten Bener Meriah, Rabu (11/10).

Ketua Panitia Pelaksana Ruhaida, Amd.Keb selaku pengelola kesehatan jiwa Pukesmas Mesidah kepada wartawan, Kamis (11/10), Penderita kesehatan jiwa di Kecamatan Mesidah masih tergolong tinggi dan  mencapai sebanyak 21 orang.

Untuk itu katanya sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, pihaknya menyelegarakan  berbagai kegitan yang dilaksanakan seperti halnya, pengobatan gratis, Konseling dan berbagai perlobaan untuk anak-anak usia dini remaja dan lansia.

Disebutkanya,  kegiatan tersebut merupakan swadaya masyarakat, yang juga di pelopori oleh dr Puteri Anggia dan di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang diikuti oleh anak-anak usia dini, remaja dan lansia serta  tenaga kesehatan bidan di setiap kapung yang ada di Kecamatan Mesidah.

Menurutnya, Kecamatan Mesidah berada di daerah yang sangat terpencil, sehingga pasien yang dipasung masih tetap terjadi dan sudah menjadi tugas utama pihakanya untuk melepaskan dan merujuk pasien tersebut ke RSU jiwa.

“ Terkadang ketika pasen yang kita rujuk sudah keluar dari RS jiwa keluarga tidak menebus obat dan tidak mengontrol lagi karena alasan jauh untuk sehingga ketika kumat lagi pihak keluarga kembali memasung pasien untuk keamanan,” Ungkap Ruhaida.

Disampaikannya, untuk penderita ganguan jiwa sedang dan  berat berjumlah 21 orang, namun yang memiliki ganguan jiwa berat berjumal sekitar 12 orang dan harus meminum obat secara teratur.” Kalo gak minum kumat lagi,” ujarnya.

ia menceritakan, pada tahun 2014 lalu saat pihakanya di tempatkan di Pukemas Mesdiah hanya menemukan 2 orang pasien yang menderita ganguan jiwa berat dan dalam keadaan dipasung. “Namun setelah kita turun kelapangan kita terus menemukan pasien yang mengalami gaguan jiwa hingga mencapai 20 orang,” jelasnya.

Selain itu menurutnya,pernikahan anak usia dini dan pengguna narkoba juga masih sangat tinggi di Kecamatan Mesidah, sehingga perlu adanya gerakan masyarakat untuk peduli kesehatan.” Tidak hanya sehat pisik masyarakat juga harus tau kesehatan metalnya,” sebut Ruhaida.

Ia juga berharap, perhatian semua pihak termasuk stek holder untuk peduli terhadap kesehatan jiwa masyarakat. “ Untuk kesehatan jiwa saat ini kita menempati urutan kedua di dunia dan  dhikhawatirkan, prediksi WHO tahun 2030 menempati urutan satu sehinga, perlu adanya antisipasi dan langkah-langkah prepentif” tuturnya.

Sementara itu, dr Putri Anggia menambahkan, selain desa terpecil, saat turun kelapangan pihaknya masihjuga terkendala dengan transportasi untuk turun kelapangan. “ Pukemas mesidah hanya punya satu ambulan dan ketika itu juga digunakan untuk merujuk pasien,” ungkapnya.(Mashur).

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here