Beranda BERITA

2027, Waktu Tepat Pindahkan Ibu Kota

BERBAGI
Kemacetan Jakarta (sumber: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Kemacetan Jakarta (sumber: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Kemacetan Jakarta (sumber: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta |LeuserAntara|  – Rencana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Kebijakan pemindahan ibu kota tersebut dinilai sudah tepat.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan rencana tersebut sudah tepat untuk membagi beban Kota Jakarta yang saat ini sangat tinggi. Hanya saja, politisi asal Fraksi PKS ini menyarankan waktu pemindahan ibu kota harus dirancang dengan matang dan tidak dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Sudah selayaknya beban Jakarta dibagi ke daerah lain. Langkah pemindahan ibu kota sudah tepat, tapi kalau dalam waktu dekat dilakukan, ya tidak tepat,” kata pria yang akrab disapa Sani ini di DPRD DKI, Jakarta, Selasa (10/9).

Sani mengungkapkan apabila pemindahan ibu kota dipaksakan dengan waktu yang cepat dan tanpa perencanaan yang matang, maka dapat mengakibat cost yang terlalu tinggi yaitu sekitar Rp 200 triliun. Selain itu, dia menyarankan tidak semua fungsi ibu kota negara dipindahkan dari Jakarta. Paling tidak, fungsi sebagai pusat bisnis tetap ada di Jakarta. Sedangkan fungsi pusat pemerintahan boleh dipindahkan ke daerah yang dijadikan ibu kota baru.

“Seperti Malaysia. Ibu kotanya hanya dijadikan pusat bisnis saja. Sedangkan pusat pemerintahan atau administrasi ada di kota lain yaitu Putrajaya,” ujarnya.

Dalam pemindahan ibu kota, lanjutnya, juga harus dipersiapkan political will. Artinya, setelah ibu kota dipindahkan, Kota Jakarta jangan dilupakan begitu saja. Pemerintah harus tetap berkomitmen terus membangun Jakarta menjadi kota jasa maupun bisnis.

Menurutnya, tahun 2027 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemindahan ibu kota. Usulan kota yang dijadikan sebagai calon ibu kota yang diusulkan Presiden RI pertama Soekarno adalah Kalimantan Tengah, Palangkaraya patut dikaji ulang.

“Yang penting tidak terlalu jauh. Dan Jakarta tidak terlupakan,” tuturnya.

Terhadap tiga opsi pemindahan ibu kota yang diusulkan Presiden SBY, Sani lebih memilih opsi pertama. Yaitu membenahi Jakarta dengan membangun segala prasarana dan sarana transportasi yang masih di permukaan, di bawah permukaan, dan di atas permukaan. |berita1|

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here